Sistem Akumulasi Sanksi: Usulan Perubahan Kategorisasi dan Akumulasi Penetapan Sanksi untuk Pelanggaran Etik Kedokteran

Main Article Content

Pukovisa Prawiroharjo

Abstract

Suatu pelanggaran etik yang dinilai berat senantiasa
tersusun atas akumulasi dan eskalasi dari perilaku pelanggaran
etik dengan bobot di bawahnya (sedang dan ringan). Oleh
karena itu, penetapan sanksi etik lebih menjunjung keadilan jika
juga diberlakukan akumulatif dan eskalatif. Hal ini memastikan
bahwa setiap pelanggaran etik akan mendapatkan sanksi yang
berfokus pada pembinaan perilaku, karena tujuan utama dari
pemberian sanksi sejatinya ialah perubahan karakter dan perilaku
untuk menjadi lebih baik, demikian pula tujuan utama Majelis
Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK
IDI) yang adalah pembinaan perilaku dan karakter dokter menjadi
lebih mulia. Oleh karena itu, kami mengusulkan pembagian
sanksi etik menjadi tiga kategori: kategori 1 (pembinaan perilaku),
kategori 2 (penginsafan tanpa pemecatan), dan kategori 3
(penginsafan dengan pemecatan sementara), yang cocok untuk
masing-masing pelanggaran etik ringan, sedang, dan berat, serta
sistem pemberlakuannya yang akumulatif.

Article Details

How to Cite
Sistem Akumulasi Sanksi: Usulan Perubahan Kategorisasi dan Akumulasi Penetapan Sanksi untuk Pelanggaran Etik Kedokteran. (2026). Jurnal Etika Kedokteran Indonesia, 2(3). https://ilmiahindonesia.id/index.php/jeki/article/view/103
Section
Articles

How to Cite

Sistem Akumulasi Sanksi: Usulan Perubahan Kategorisasi dan Akumulasi Penetapan Sanksi untuk Pelanggaran Etik Kedokteran. (2026). Jurnal Etika Kedokteran Indonesia, 2(3). https://ilmiahindonesia.id/index.php/jeki/article/view/103