Sikap Etis Dokter pada Pasien yang “Mendiagnosis” Diri Sendiri Menggunakan Informasi Internet pada Era Cyber Medicine

Main Article Content

Frans Sentosa
Agus Purwadianto
Pukovisa Prawiroharjo

Abstract

Saat ini, internet telah banyak menyajikan informasi
tentang kedokteran dan kesehatan. Di satu sisi informasi yang
tersaji berupa penemuan-penemuan baru dan keberhasilan ilmu
kedokteran di bidang eksperimen, operatif, invasif, maupun
konservatif, yang sangat berguna bagi dokter dalam menjalankan
profesinya untuk menolong pasien dan membantu edukasi awam
kepada pasien. Namun di sisi lain, informasi ini tidak dapat
dipilih dan dipilah dengan baik oleh awam sehingga salah satunya
melahirkan banyaknya pasien yang berusaha “mendiagnosis”
dirinya sendiri, bahkan menterapi dirinya sendiri. Jenis pasien
demikian semakin banyak, dan di tengah usaha coba-coba mereka
mendiagnosis dan menterapi diri sendiri, mereka pergi ke dokter
untuk meminta obat sebagaimana yang ia baca di internet untuk
diresepkan atau bahkan lebih jauh lagi, dapat menyanggah
diagnosis dan pendapat profesional dokter yang menangani.
Diperlukan sikap etis dokter untuk dapat menghargai pasien
sekaligus meluruskan dengan terang dan tegas terhadap informasi
keliru yang dipercaya pasien.

Article Details

How to Cite
Sikap Etis Dokter pada Pasien yang “Mendiagnosis” Diri Sendiri Menggunakan Informasi Internet pada Era Cyber Medicine. (2026). Jurnal Etika Kedokteran Indonesia, 2(2). https://ilmiahindonesia.id/index.php/jeki/article/view/110
Section
Articles

How to Cite

Sikap Etis Dokter pada Pasien yang “Mendiagnosis” Diri Sendiri Menggunakan Informasi Internet pada Era Cyber Medicine. (2026). Jurnal Etika Kedokteran Indonesia, 2(2). https://ilmiahindonesia.id/index.php/jeki/article/view/110