Kampanye Anti-Vaksin oleh Seorang Dokter, Apakah Melanggar Etik?
Main Article Content
Abstract
Sejarah terjadinya wabah cacar telah melahirkan era
baru dalam upaya pencegahan penyakit infeksi. Pada abad ke-19
mulai diperkenalkan terminologi vaksin dan vaksinasi. Lambat
laun, vaksinasi kian populer karena mampu mengeradikasi pen-
yakit cacar dan mampu mengontrol penyakit infeksi lainnya. Na-
mun, perkembangan vaksin tidak serta merta mendapat tangga-
pan positif. Di tengah masyarakat lahirlah gerakan antivaksinasi
yang vokal menyuarakan bahaya dari vaksinasi. Dokter sebagai
garda terdepan di bidang kesehatan sekaligus penanggung jawab
pasien memegang peran penting untuk mencerdaskan dan tidak
terlibat dalam pusaran propaganda antivaksinasi
Article Details
How to Cite
Kampanye Anti-Vaksin oleh Seorang Dokter, Apakah Melanggar Etik?. (2026). Jurnal Etika Kedokteran Indonesia, 2(1). https://ilmiahindonesia.id/index.php/jeki/article/view/115
Section
Articles

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
Kampanye Anti-Vaksin oleh Seorang Dokter, Apakah Melanggar Etik?. (2026). Jurnal Etika Kedokteran Indonesia, 2(1). https://ilmiahindonesia.id/index.php/jeki/article/view/115