Mempertanyakan Beberapa Prinsip dalam Etika Kedokteran

Main Article Content

Prof. Rianto Setiabudy

Abstract

Prinsip dalam etika kedokteran berfungsi sebagai pedoman mendasar yang bersifat dinamis dan terbuka untuk ditinjaukembali. Namun, penerapan prinsip yang terlalu kaku berisiko mengubahnya menjadi dogma—suatu kepercayaan mutlak yang tidak boleh dipertanyakan pembuktiannya. Tulisan ini bertujuan untuk membangkitkan sikap kritis terhadap berbagai norma yang dianggap baku dalam ranah etika biomedis. Pendekatan analisis deskriptif-kritis digunakan untuk mengevaluasi beberapa prinsip etika yang sudah sangat dikenal selama ini, seperti primum non nocere, paternalisme medis, otonomi pasien, penjagaan kerahasiaan medis, dan kewajiban kejujuran mutlak dalam komunikasidengan pasien. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan prinsip secara harfiah kerap tidak relevan dengan kompleksitas praktik medis modern. Sebagai solusinya, pertimbangan risiko-manfaat, penalaran moral (moral reasoning), serta pendekatan prima facie menjadi sarana penting untuk menyelaraskan pilar-pilar etika ketika terjadi dilema medis. Diskusi ini menyimpulkan bahwa pengungkapan rahasia, pembatasan otonomi, hingga penundaan penyampaian kabar buruk dapat dibenarkan secara etis demi keselamatan publik atau perlindungan pasien. Kesimpulannya, filsafat etika harus dimanfaatkan secara kritis untuk mencegah perubahan prinsip etika menjadi dogma etika.

Article Details

How to Cite
Mempertanyakan Beberapa Prinsip dalam Etika Kedokteran. (2026). Jurnal Etika Kedokteran Indonesia, 10(3). https://ilmiahindonesia.id/index.php/jeki/article/view/151
Section
Articles

How to Cite

Mempertanyakan Beberapa Prinsip dalam Etika Kedokteran. (2026). Jurnal Etika Kedokteran Indonesia, 10(3). https://ilmiahindonesia.id/index.php/jeki/article/view/151