Etika Otonomi dalam Keputusan Medis menurut Teori Kantian
Main Article Content
Abstract
Prinsip autonomy (otonomi) merupakan salah satu pilar utama bioetika kedokteran modern yang diwujudkan melalui proses informed consent. Namun, implementasi otonomi sering kali menghadapi kerentanan akibat faktor empiris. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana kehendak bebas pasien benar-benar bersifat otonom ketika kapasitas rasionalnya terganggu, serta seberapa besar risiko pengorbanan otonomi individu demi pertimbangan utilitarian. Teori Kantian memberikan penjelasan tentang konsep ini. Menurut Kant, otonomi bukan sekadar kebebasan memilih melainkan kapasitas rasional manusia untuk bertindak berdasarkan imperatif kategoris dan prinsip moral universal. Menurut Kant, manusia harus selalu diperlakukan sebagai tujuan pada dirinya sendiri, bukan sarana semata. Pendekatan Kantian ini menawarkan kerangka etis yang kokoh untuk menangani kasus pasien tidak cakap, dengan menekankan representasi kehendak rasional melalui keluarga atau wali tanpa mengabaikan martabat manusia.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.