Autopsi Virtual (Virtopsy): Tinjauan Etik, Bioetika,Sosial, Budaya, Agama, dan Medikolegal

Main Article Content

Muhammad Habiburrahman

Abstract

Perkembangan ilmu forensik telah memunculkan gagasan
metode autopsi virtual (Virtopsy) sebagai jawaban atas hambatan praktik
autopsi konvensional yang invasif. Perspektif keilmuan forensik medis
dan radiologi memandang bahwa melalui kombinasi modalitas radiologi
utama Computed Tomography (CT) dan Magnetic Resonance Imaging
(MRI) dengan tambahan metode minimal invasif biopsi menunjukkan
nilai sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi yang tinggi dalam pembuktian
dan rekonstruksi sebab kematian. Meskipun demikian, masih sedikit
literatur yang membahas tinjauan Virtopsy dari aspek etik, bioetika,
medikolegal, sosial, budaya, dan agama. Melalui penelusuran pustaka
secara daring dari empat database jurnal besar yang dilanjutkan dengan
telaah keabsahan studi, maka diketahui bahwa secara etik, Virtopsy
sebagai temuan baru memerlukan perhatian khusus pada kerahasiaan
data digital yang dihasilkan. Selain itu profesionalisme tenaga medis
yang berperan dan kerjasama multidisiplin terbentuk menjadi aspek
etik yang baik dari Virtopsy. Adapun tinjauan bioetika, memandang
Virtopsy melalui pertimbangan manfaat dan kerugiannya dalam praktik
medikolegal. Dokter wajib memberikan informasi atas prosedur autopsi
ini pada keluarga pasien termasuk pilihan alternatifnya. Kemudian,
Virtopsy juga mampu menjawab tantangan penolakan pasien karena
alasan sosial, budaya, dan agama sehingga jumlah pembuktian sebab
kematian dapat meningkat. Namun sayangnya, Indonesia masih
berhadapan pada dasar hukum yang belum kuat terkait penerapan
Virtopsy dan keabsahan bukti yang diproduksi pada meja pengadilan.
Dengan demikian dibutuhkan analisis komprehensif terkait potensi
regulasi hukum yang jelas agar Virtopsy dapat bermanfaat bagi
kemajuan ilmu kedokteran di masa depan.

Article Details

How to Cite
Autopsi Virtual (Virtopsy): Tinjauan Etik, Bioetika,Sosial, Budaya, Agama, dan Medikolegal. (2026). Jurnal Etika Kedokteran Indonesia, 5(1). https://ilmiahindonesia.id/index.php/jeki/article/view/72
Section
Articles

How to Cite

Autopsi Virtual (Virtopsy): Tinjauan Etik, Bioetika,Sosial, Budaya, Agama, dan Medikolegal. (2026). Jurnal Etika Kedokteran Indonesia, 5(1). https://ilmiahindonesia.id/index.php/jeki/article/view/72