Konsekuensi Disinformasi Medis di Era Literasi Kesehatan Digital terhadap Integritas Bangsa Indonesia

Main Article Content

Irandi Putra

Abstract

Perkembangan pesat teknologi informasi digital telah
menjamah seluruh negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Informasi
dengan jumlah yang sangat besar, disebut juga sebagai mahadata, yang
kini tersimpan di berbagai sudut dunia maya telah dapat diperoleh
dalam sekejap dengan hanya menuliskan kata kunci menggunakan
gawai. Mahadata informasi ini merupakan pisau bermata dua yang
dapat mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku masyarakat di suatu
negara, khususnya informasi kedokteran dan kesehatan. Masa wabah
COVID-19, suatu penyakit baru yang masih belum memiliki fakta
keilmuan yang definitif pada saat tulisan ini dibuat, merupakan contoh
situasi nyata yang telah mengakibatkan disrupsi atau ketidakteraturan
informasi masif yang simpang siur melewati layar gawai. Kondisi ini
mengakibatkan kekuatiran dan ketidakpastian masyarakat untuk
menghadapi wabah. Tulisan ini membahas konsekuensi disinformasi
medis terhadap integritas bangsa Indonesia, sehingga diharapkan dapat
menjadi sumber introspeksi profesional kesehatan dalam menghadapi
disrupsi informasi di era literasi kesehatan digital ini.

Article Details

How to Cite
Konsekuensi Disinformasi Medis di Era Literasi Kesehatan Digital terhadap Integritas Bangsa Indonesia. (2026). Jurnal Etika Kedokteran Indonesia, 5(1). https://ilmiahindonesia.id/index.php/jeki/article/view/73
Section
Articles

How to Cite

Konsekuensi Disinformasi Medis di Era Literasi Kesehatan Digital terhadap Integritas Bangsa Indonesia. (2026). Jurnal Etika Kedokteran Indonesia, 5(1). https://ilmiahindonesia.id/index.php/jeki/article/view/73