From the Paradigm of ‘Listen to the Doctor’, to ‘Listen to the Patient’
Main Article Content
Abstract
Saat ini, paradigma ‘Dengarkan Dokter’ melemah dalam
pelaksanaan layanan kesehatan. Harapan yang lebih tinggi terhadap
kualitas pelayanan kesehatan, preferensi pasien yang lebih baik, dan
sistem yang lebih rumit dalam pemberian pelayanan kesehatan telah
menyebabkan pergeseran paradigma ke ‘Dengarkan Pasien’. Secara
etis, situasi ini meningkatkan posisi tawar pasien berdasarkan prinsip
menghormati otonomi. Prinsip-prinsip etika dalam pelayanan kesehatan
sangat penting sebagai landasan yang tepat untuk mengantisipasi
kemungkinan terjadinya perilaku tidak etis oleh pemberi layanan
kesehatan dan pemberi perawatan. Evolusi tersebut juga meningkatkan
upaya perbaikan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia
kedokteran, teknologi kedokteran mutakhir di bidang kedokteran,
penelitian kedokteran baru di segala bidang kedokteran, dan cost-benefit
ratio yang efisien, sehingga kesehatan pasien, pasien keselamatan,
kualitas hidup, dan preferensi pasien dapat dicapai pada tingkat
tertinggi. Paradigma ‘Dengarkan Pasien’, yang sejalan dengan prinsip
penghormatan terhadap otonomi, hendaknya diterapkan untuk
mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, kualitas kehidupan
yang baik, keselamatan pasien, dan preferensi terbaik pasien.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.