Tinjauan Etika terhadap Praktik Polifarmasi dalam Layanan Kedokteran
Main Article Content
Abstract
Adanya pemikiran zaman dulu di mana kombinasi obat
termasuk dalam seni kedokteran (art of medicine) kini sudah harus
digeser ke arah pelayanan kedokteran berbasis bukti (evidence-based
medicine) dan precision medicine. Fenomena polifarmasi masih banyak
dijumpai dalam layanan kesehatan di Indonesia maupun di dunia.
Menurut tinjauan etik, polifarmasi merupakan praktik medis yang
potensial merugikan pasien baik dari segi keselamatan (patient safety)
maupun dari segi biaya pengobatan. Sebagai seorang dokter, peresepan
rasional dengan mempertimbangkan risk, benefit, dan cost harus
dilakukan. Dokter bertanggung jawab penuh sesuai kompetensinya dan
harus memberikan penjelasan mengenai obat-obatan dan efek samping.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.