Tantangan Etika Layanan Nutrigenomik
Main Article Content
Abstract
Secara epidemiologis, penyakit tidak menular di Indonesia
menempati angka tertinggi dan dampaknya pada finansial negara
dapat terbilang katastropik. Penggunaan informasi genetik
pada nutrigenomik ini berlandaskan konsep kedokteran 4P
(personalized, predictive, preventive, dan participatory) sehingga
berpotensi untuk memotivasi individu untuk mengubah gaya
hidup pola makan lebih baik, sebagaimana relevan dalam era
JKN ini. Walaupun begitu, terdapat beberapa hal yang harus
dipertimbangkan secara etis, yakni konfidensialitas dan privasi
informasi genetik, biaya yang dibebankan kepada pasien, dampak
psikologis dan stigmatisasi pada individu yang melalui pemeriksaan
genetik diketahui memiliki kerentanan terhadap suatu penyakit,
serta otonomi pada pemeriksaan anak. Di samping pertimbangan
etik tersebut, perlu ditelaah dampaknya terhadap tata laksana
pasien, yang mana dalam hal ini dominansi dampak dapat secara
positif maupun negatif.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.